Tampilkan postingan dengan label My Adventure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Adventure. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Mei 2017

Kisah Tragis Meninggalnya Photographer Fenomenal Kevin Carter

Kisah Tragis Meninggalnya Photographer Fenomenal Kevin Carter 



Hai Sahabat Blogger. Mungkin Sahabat sekalian masih ada yang bertanya siapa kah Kevin Carter ?? 
Kenapa kisah hidupnya begitu banyak dibicarakan oleh orang-orang seantero dunia. seorang photographer yang sangat tinggi jiwa sosial nya meninggal secara tragis dengan bunuh diri, banyak beranggapan kevin carter bunuh diri akibat penyesalan nya membiarkan seorang bocah kelaparan di afrika di mangsa oleh burung elang pemakan bangkai...??? padahal dari hasil karya photonya itu dia mampu meraih penghargaan hadiah Pulitzer tahun 1994. Sangat aneh dan membingungkan memang ??? 

Namun sebelum penulis menceritakan kronologi sebenar nya, ada baiknya jika kita mengenal sosok kevin carter dari biografi nya ini;

Kevin Carter (lahir 13 September 1960 – meninggal 27 Juli 1994 pada umur 33 tahun) adalah seorang wartawan foto afrika selatan pemenang penghargaan Fotograpi Pulitzer Prize 1994 untuk foto seorang anak dan Burung Bangkai di Sudan pada tahun 1994. Dia Bunuh Diri dua bulan setelah memenangkan penghargaan tersebut di dalam truk di tebing sungai Braamfonteinspuit, Johannes Burg Afrika Selatan Bersama dengan Greg MArinovich, Ken OesterBroek, dan Joao S, mereka dijuluki Bang-Bang Club

Kevin Carter lahir di Johannesburg Afrika Selatan, Kevin Carter tumbuh dilingkungan komunitas kelas menengah yang berisi orang-orang kulit putih saja. Sebagai anak kecil, ia sering melihat operasi polisi menangkap orang kulit hitam yang secara ilegal tinggal di area tersebut. Ia lalu bercerita pada orangtuanya yang beragama Katolik dan berpemikiran Liberal. Orangtuanya adalah tipikal komunitas yang kurang peduli pada gerakan melawan apartheid.


Setelah lulus dari sekolah menengah, ia bekerja sebagai apoteker dan direkrut oleh Angkatan Darat. Namun, ia masuk ke Angkatan Udara, dimana ia berdinas selama empat tahun. Pada 1980, ia melihat seorang pelayan kulit hitam di sebuah kafe dipukuli. Carter membela pelayan tersebut namun prajurit lain malah memukulinya. Ia lalu pergi ke AWOL, memulai hidup baru sebagai Disc Jockey bernama "David". Namun, hidupnya menjadi lebih sulit dari sebelumnya. Ia secara terpaksa kembali menjalani masa dinasnya di kemiliteran. Setelah melihat Pengeboman Gereja di Pretoria pada 1983, ia memutuskan menjadi Jurnalis Foto.

Carter memulai kerja sebagai fotografer olahraga di 1983. Pada 1984, ia pindah kerja di Johannesburg Star, yang bertugas mengekspos kebrutalan pada masa apartheid.
Carter adalah fotografer pertama yang mengabadikan hukuman bakar bagi orang kulit hitam pada pertengahan dekade 1980-an. Carter lalu berbicara mengenai fotonya itu: "Saya terkejut dengan apa yang mereka lakukan. Saya terkejut atas apa yang saya lakukan. Namun kemudian orang-orang mulai membicarakan foto itu... dan saya merasa mungkin apa yang saya lakukan tidak sepenuhnya buruk. Menjadi saksi sesuatuyang mengerikan ini ternyata bukan sesuatu yang cukup buruk untuk dilakukan.


Terungkapnya kisah dibalik foto bocah Sudan, Africa yang kelaparan sebagai foto peraih Hadiah Pulitzer.
Sampai saat ini, rumor tentang foto karya Kevin Carter (Afrika Selatan) yang ada di diatas ini masih simpang siur. Foto peraih Hadiah Pulitzer tahun 1994 yang menampilkan seorang anak kecil kurus kering dengan latar belakang seekor burung pemakan bangkai ini hampir selalu dikaitkan dengan peristiwa bunuh diri yang dilakukan pemotretnya.
Rumor yang beredar mengatakan, Carter bunuh diri karena menyesal tidak menolong anak itu, tetapi malah memotretnya, bahkan lalu meraih hadiah jurnalistik bergengsi.
Rumor yang tak jelas benar asal-usulnya ini bertutur lebih jauh, Carter menulis di buku hariannya seusai memotret foto itu, ”Ya Tuhan, aku tidak akan menyia-nyiakan makanan lagi walau rasanya setidak enak apa pun.” Di situs BBC, jelas-jelas ada bantahan bahwa kalimat itu tidak pernah ditulis atau diucapkan Carter di mana pun.
Dari penelusuran ke berbagai sumber, didapat kesimpulan bahwa Carter tak mungkin bunuh diri karena foto itu. Carter tahu benar bahwa anak itu tidak dalam bahaya sama sekali.

Foto itu dibuat bukan di tempat terpencil, melainkan di sebuah acara pembagian makanan. Bahkan, Carter berlutut sekitar 20 menit di depan anak itu. Ia memotret beberapa kali sampai tiba-tiba seekor burung pemakan bangkai hinggap sebagai latar belakang. Carter juga sempat menunggu agar sang burung pemakan bangkai mengembangkan sayapnya untuk mendapatkan foto yang lebih dramatis. Selain itu, orangtua atau kerabat si anak juga berdiri tak jauh dari situ, sibuk meraih pembagian makanan. Seusai memotret, Carter juga sempat mengusir sang burung pemakan bangkai.

Berikut dibawah ini cerita yang disampaikan Joao Silva yang bersama Carter berada di tempat pemotretan, seperti dituturkan kepada penulis Jepang, Akio Fujiwara, dan dimuat dalam buku berjudul The Boy who Became a Postcard (terbitan Ehagakini Sareta Shonen).

Saat itu, tanggal 11 Maret 1993, Carter dan Silva mendarat di bagian utara Sudan untuk meliput kelaparan parah yang sedang terjadi di sana. Mereka berdua turun dari pesawat PBB yang memang akan menurunkan bantuan pangan. Tim kesehatan PBB memberi tahu keduanya bahwa mereka akan tinggal landas lagi 30 menit kemudian.
Dalam 30 menit itu, tim PBB memang membagi-bagikan makanan. Carter dan Silva cukup terkesima melihat orang-orang kelaparan yang berebut makanan pembagian. Anak yang dipotret Carter pun dipotret Silva walau tidak dipublikasikan. Menurut Silva, Carter memotret dari jarak sekitar 10 meter dan di belakang Carter adalah suasana orang ramai berebut makanan.
Satu yang penting dari kejadian itu adalah seusai memotret, Carter duduk di bawah pohon dan tampak tertekan.
”Dia berkata rindu dan ingin memeluk Megan, putrinya,” kata Silva.
Carter memang punya seorang anak perempuan bernama Megan, kelahiran 1977, di luar nikah dengan Kathy Davidson, seorang guru sekolah.
Pada waktu bunuh diri pun, surat yang ditinggalkan Carter berisi tulisan sebagai berikut:

 ”I am depressed … without phone … money for rent … money for child support … money for debts … money!!! … I am haunted by the vivid memories of killings and corpses and anger and pain … of starving or wounded children, of trigger-happy madmen, often police, of killer executioners…I have gone to join Ken if I am that lucky…

Yang artinya kurang lebih = "Aku depresi ... tanpa telepon ... uang untuk menyewa ... uang untuk mendukung anak ... uang ... uang utang! ... Saya dihantui oleh kenangan hidup tentang pembunuhan dan mayat-mayat dan kemarahan dan rasa sakit ... kelaparan atau anak-anak terluka, orang-orang gila memicu-senang, sering polisi, dari algojo pembunuh ... Aku pergi untuk bergabung dengan Ken jika saya yang beruntung".

Carter bunuh diri 27 Juli 1994 beberapa pekan setelah meraih Hadiah Pulitzer dengan cara menutup diri di dalam mobil pickup-nya, lalu mengalirkan gas knalpot ke dalam. Ia bunuh diri karena depresi pada kenyataan hidup yang kejam dan keras. Carter juga menangisi kematian sahabatnya, Ken Oosterbroek, sesama fotografer jurnalistik, yang meninggal saat meliput sebuah kerusuhan.

Pembela kebenaran

Sebenarnya Carter yang lahir 13 September 1960 di Johannesburg, Afrika Selatan, berjiwa pembela kebenaran sejak kecil.
Ibunya, Roma Carter, bercerita bahwa Kevin kecil sering meradang kalau melihat seorang polisi kulit putih memperlakukan orang kulit hitam dengan kejam. ”Kevin berteriak kepada ayahnya agar menghentikan ulah polisi itu,” kata Roma.
Demikianlah, profesi sebagai fotografer jurnalistik sering membawanya menjadi saksi peristiwa-peristiwa keji, seperti orang yang dibakar hidup-hidup ataupun orang yang dibantai beramai-ramai di tengah keramaian.
Carter tidak tahan hidup menjadi saksi kekejaman. Ia memilih mengakhiri hidupnya.

Pertanyaan penting tentang mengapa foto karyanya penuh dengan rumor, barangkali bisa merujuk pada pendapat Richard Winer, peneliti misteri Segitiga Bermuda.

”Manusia pada dasarnya senang mitos. Walau sudah ada penjelasan ilmiahnya, sebuah mitos atas suatu peristiwa selalu ada,” kata Winer.

Wow Bagaimana sahabat Luar Biasa Pelajaran yang mampu kita petik dari sejarah hidup nya Mr. Kevin Carter, Meski Prestasi sudah didapatkan namun kevin carter tetap tidak mampu melawan rasa depresi nya sehingga memutuskan untuk mengambil jalan. semoga sahabat tidak ada yang berpikiran mengambil jalan pintas seperti kevin carter yah?? tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan semua ada solusi positif nya jadi jangan cepat dan gegabah mengambil tindakan,,?? tetap positif thingking di tengah masalah apapun yang kita hadapi.



Selasa, 10 Mei 2016

HORMATI IBU

HORMATI IBU

Suatu Ketika Seorang bayi siap untuk di lahirkan kedunia. Menjelang diturunkan dia bertanya kepada tuhan…
Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia. Tapi bagaimana cara saya hidup di sana? Saya begitu kecil dan lemah,” kata si bayi.
Tuhan menjawab,” Aku telah memilih satu malaikat untukmu.ia akan menjaga dan mengasihimu.
“ Tapi di surga apa yg saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini cuku bagi saya untuk bahagia. Demikian kata si bayi.
Tuhan pun menjawab “ Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu  setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan jadi lebih bahagia.
Si bayi pun bertanya kembali, “dan apa yg dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada-Mu?
Sekali lagi Tuhan menjawab, “malaikatmu akan mengajar bagaimana cara kamu berdoa”
Si bayi pun masih belum puas, ia pun bertanya lagi, “saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat? Siapa yang akan melindungi saya?
Dengan penuh kesabaran tuhan pun menjawab, “malaikatmu akan melindungi mu, dengan taruhan jiwanya sekalipun.
Si bayi pun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya. “tapi saya akan bersedih karena tidak melihat engkau lagi.”
Dan Tuhan pun menjawab, “malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bias kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya aku selalu berada di sisimu. Saat itu surga begitu tenang sehingga suara dari bumidapat terdengar,
Dan sang anak dengan suara lirih bertanya, “Tuhan, jika aku harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku siapa nama malaikat dirumahku nanti?
Tuhan pun menjawab, “Kamu dapat memanggil malaikatmu….IBU.
Kenanglah ibu yang menyayangimu, untuk ibu yg selalu meneteskan air mata ketika kau pergi. Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu. Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu, dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibu mu ketika ia melihatmu terbaring sakit?
Sesekali jenguklah ibumu Yg selalu menantikan kepulanganmu dirumah tempat kau dilahirkan. Kembalilah memohon maaf pada ibumu yg selalu rindu akan senyumanmu. Simpanlah sejenak kesibukan-kesibuka duniawi yg selalu membuatmu lupa untuk pulang. Segera jenguk ibu mu yg berdiri menanti di depan pintu. Jangan biarkan engkau kehilangan saat-saat yg akan kau rindukan di masa dating. Ketika ibu telah tiada tak ada lagi yg berdiri di depan pintu menyambut mu. Tak ada lagi senyuman indah tanda  bahagia. Yg ada hanyalah kamar yg kosong tiada penghuninya, yg ada hanyalah baju yg di gantung di lemari kamarnya. Tak ada lagi yg menyiapkan sarapan pagi untukmu makan. Tak ada lagi yg rela merawatmu sampai larut malam ketika engkau sakit… Tak ada lagi dan tak akan lagi yg meneteskan air mata mendoakanmu di setiap hembusan nafasnya.
Kembalilah segera, Peluklah Ibumu yg selalu menyayangimu. Ciumlah kaki ibu yg selalu merindukanmu dan berikan yg terbaik di akhir hayatnya.
Sobat…
Berdoalah untuk kesehatannya dan rasakanlah pelukan cinta dan aksih sayangnya. Jangan biarkan engkau menyesal di masa datang. Kembalilah pada ibu yg selalu menyayangimu…Kenaglah semua Cinta dan Kasih Sayangnya…
IBU MAAFKAN AKU…
Sampai kapanpun jasaMu tak terbalas…


TERIMAKASIH IBU


Kamis, 10 Maret 2016

MIMPIKU (10Maret2016)

MIMPIKU (10Maret2016)
“BERTEMU IBU”
Pada tanggal 9 Maret 2016 Malam itu aku sendiri Kosku, tiba– tiba kawanku Febro datang bersama adiknya untuk berbagi cerita di kosku. Kami bertiga bercerita membahas tentang tugas-tugas Kuliah sampai larut malam. Dalam cerita itu Kami bertiga ketiduran. Aku kaget pada saat Febro pamit pulang ke rumahnya tepat pukul 06.00 pagi. akupun terbangun. Setelah Febro dan adiknya pulang, aku tidur lagi karena terlalu mengantuk. Dalam tidur itu aku bermimpi.
Apa Mimpiku?
Inilah Mimpiku,
Aku bermimpi bertemu Ibuku.
Aku sedang mengendarai motorku “Astra Legenda” di Larantuka tepatnya di Kelurahan Weri. Di tempat itu Orang Tuaku perna bekerja dan menetap di situ. Sampai di lorong masjid, aku belok kiri. Setelah masuk dari lorong itu, aku belok kiri lagi. Di saat aku belok aku melihat Ibuku disamping lorong itu. Aku berhenti dan turun dari motorku kesayanganku. Aku berkata kepada Ibuku “Ayo Ibu kita Pulang”. Jawab Ibuku “biar Ibu tunggu taxi saja”.  Aku membiarkan motor kesayanganku di situ untuk bersama Ibu menunggu Taxi. Di lorong itu banyak anak sekolah yang menunggu Taxi. Beberapa saat kemudian Taxi pun datang. Aku dan Ibu naik Taxi itu bersama gorombolan anak sekolah. Di dalam Taxi aku berkata kepada Ibu “Ibu. Mari duduk di sampingku” jawab ibu” biar Ibu duduk di sini saja”. Aku terdiam.  Sampai di terminal, Ibuku turun dari Taxi itu dan menuju pelabuhan. Aku bertanya kepada Ibu sambil menangis “mengapa Ibu turun”?  Aku memaksa Ibu harus pulang bersamaku. Melihat tangisanku, Ibu pun ikut menangis. Dalam tangisannya Ibu berkata kepadaku KALAU MAU BERTEMU DENGAN IBU, BESOK PAGI BELI LILIN DAN BAKAR”. Itu pesan dari Ibuku. Di saat itu juga aku terbangun dari mimpiku sambil menangis dan merenungkan mimpi itu. Aku sedih. Aku ingat Ibuku, Aku ingat Ayahku, Aku ingat Keluargaku.
Aku Ambigu. Aku coba bertanya pada langit, KAPAN “AKU, AYAH, DAN IBU’KU BISA BERSAMA KEBALI? Tetapi langit tak menjawab pertanyaanku, SEBAB ESOK PAGI KEMBALI.

By; Franco Diaz Viera


Jumat, 18 September 2015

ASAL - USUL TANAH ADONARA

ASAL - USUL TANAH ADONARA

                                    

 Adonara adalah sebuah pulau kecil yang cukup subur di ujung timur pulau flores.
SIAPAKAH nenek moyang orang Adonara?Sesuai penuturan adat turun temurun, sebagaimana dikemukakan tokoh masyarakat Adonara, H Syamsudin Abdullah (75).
Orang asli Adonara adalah turunan seorang wanita yang bernama Sedo Lepan.Wanita ini adalah manusia primitif paling pertama yang menghuni Pulau Adonara.Tubuhnya ditumbuhi bulu lebat.Wanitan pertama ini muncul bersamaan dengan timbulnya gunung Boleng.
Pada suatu saat terjadilah suatu keajaiban yang luar biasa dimana tubuh Sedo Lepan ini "pecah" dan keluarlah seorang wanita lagi yang kemudian dikenal dengan namaKewae Sedo Bolen. Saat itu, di Pulau Adonara belum ada manusia lain selain wanita ini. Selama bertahun-tahun ia hidup sendirian di lereng Ile (gunung) Boleng. Kemudian suatu ketika, datanglah seorang laki-laki dari pantai selatan Pulau Lembata yang bernama Kelake Ado Pehan.Ia diusir dari Lembata karena dituduh sebagai seorang suanggi yang menyebabkan meletusnya Gunung Adowojo.Ia lari dengan menggunakan sebuah perahu yang terbuat dari sebatang kelapa dan terdampar di selatan pulau Adonara.
Singkat kisah, Kelake Ado Pehan kemudian bertemu dengan Kewae Sedo Bolen di puncak Ile Boleng sehingga keduanya menikah. Dari pernikahan kedua manusia pertama di Pulau Adonara itu, kemudian lahirlah tujuh putra yakni Lado Ipa Jarangyang( keturunannya ada di Boleng), Mado Paling Tale (keturunannya ada di Doken), Beda Geri Niha (keturunannya ada di Nihaona), Duli LedanLabi (keturunannya di Lewoduli),Kia Kara Bau (keturunannya ada di Wokablolon-Kiwang Ona), Kia Lali Tokan(keturunannya ada di Lewobelek) dan Sue BukuToran yang (keturunannya ada di Lewojawa-Lamahala.
Nama Adonara terdapat dua pengertian.Adonara berasal dari kata "Ado" dan "Nara". Ado ini mengingatkan orang Adonara akan pria pertama yang hidup di pulau itu yakni Kelake AdoPehan.Sedangkan "Nara" artinya kampung, bangsa, kaum kerabat.Jadi Adonara artinya Ado punya kampung, Ado punya suku bangsa, Ado punya keturunan dan kaum kerabat.
Adonara juga berasal dari kata Adoknara."Adok" yang yang berarti mengadu domba dan "nara" yang artinya kampung, suku bangsa, kaum kerabat, golongan atau Puak.JadiAdoknara artinya mengadudomba warga antarkampung, suku bangsa, kaum kerabat.Pengertian ini merujuk pada watak khas orang Adonara yang "gemar" berperang. Jika hendak berperang, maka para pihak akan menghubungi "nara" yakni keluarga, saudara, kaum kerabat di kampung lainnya agar memihak kepada mereka dalam perang tanding.
Adonara juga sering dikaitkan dengan adu darah, yakni perang tanding yang terjadi di pulau itu."Dulu di Adonara dan Lembata masih dikenal dengan istilah perang antara Paji dan Demong.Dimana kelompok Demong berasal dari Lewopoti. Lewoleba, Tana Boleng, Horuhura, Lewomang, Wollo dan Baipito.Sementara kelompok Paji berasal dari Menanga, Lamahala, Lamakera, Lebala dan Watampao.
Apa pun pengertiannya saat ini masih sering kita dengar pertikaian berdarah di Adonara. Masalah tanah terutama menjadi pemicu terjadinya perang tanding. Watak menyelesaikan sengketa tanah dengan cara kekerasan ini - sesuai ceritra rakyat - disebabkan nenek moyang orang Adonara ditempa dengan kehidupan yang keras, dimana peristiwa pertumpahan darah sudah merupakan hal biasa.
Seorang tokoh muda asal Lembata, Muhamad Sengnama, mengatakan, anggapan bahwa orang Adonara sampai saat ini masih identik dengan sifat-sifat keras dan selalu ingin saling membunuh itu tidak benar.Orang Adonara tidak segan-segan melakukan tindak kekerasan bahkan sampai membunuh kalau ada masalah yang menyangkut hal-hal prinsip semisal harkat dan harga diri pribadi, suku dan kampung.
"Tapi sekarang di Adonara sudah banyak masyarakat terpelajar.Banyak orang pintar di NTT bahkan Indonesia yang berasal dari Adonara. Sekarang ini yang harus dilakukan oleh orang Adonara yakni bagaimana menghilangkan image orang luar tentang perilaku keras itu,"
ASAL USUL MANUSIA ADONARA


Menurut penuturan sesepuh adat Ile Boleng yang ada di desa Boleng (Lamanele Atawatan), Lamanele, Lamanele Bawah (Nobo) dan Lama Bajung, bahwa antara Pati Golo dan Ado Pehang merupakan dua saudara kandung yang datang dengan berlayar dari daerah Rera Gere (timur). Keduanya mendapat musibah di selat Boleng, mengakibatkan Ado Pehang terdampar di Lembata, tepatnya wilayah Waibaja Loang. Sementara adenya Pati Golo terbawa arus dan terdampar di Solor (daerah sekitar Pamangkayo depan Kota Larantuka sekarang. Dari Solor Pati Golo Melihat cahaya api yang muncul di atas puncak Ile Mandiri.
Dengan keahlian yang dimiliki, Pati Golo membuat perahu untuk menyeberang ke Larantuka, dan terus menyusuri kaki gunung Ile Mandiri menuju sumber api yang dilihatnya. Dan bertemulah dengan seorang putri Ile Mandiri yang merupakan titisan Rera Wulan yang kelak menjadi isterinya.Pati Golo memiliki sifat kepemimpin, walaupun dia adalah adik dari Ado Pehang Beda.Maka Jadilah raja Pati golo yang bergelar Arakiang merupakan pengakuan dari kerajaan di Sulawesi.Pati golo dan isterinya putri titisan Rera Wulan Ile Mandiri (Watowele) beranak pinak dan menurunkan raja-raja lainnya di Lamaholot yang dikenal dengan clan (suku) Demong.
Sebaliknya, Ado (Pehang) Beda yang terdampar di Waibaja (Loang) mengembara ke pedalaman Lembata. Dalam pengembaraan, menyusuri sungai Waibaja sampai ke pertengahan Lembata, beliau tidak menjumpai seorang manusia, di hulu sungai Waibaja, atau orang pedalaman Lembata (Boto, Atawuwur dan sekitarnya) menyebut Wai Raja, Ado Pehang Beda menanamkan sebatang pohon cendana, sebagai batas perjalanannya (katanya hingga kini masih ada).
Selanjutnya Ado Pehang beda kembali lagi ke Waibaja. Dan di sinilah dia melihat adanya cahaya api di puncak Ile Boleng. Dengan kemampuan yang dimiliki, Ado Pehang (Beda) membuat perahu dan menyeberang ke Adonara.Dalam penyeberangan Ado Pehang mendarat di sebuah selat kecil yang dikenal sampai sekarang dengan sebutan Wai Tolang, di bawah desa Tanah Boleng sekarang. Daerah yang penuh batu tidak menghalanginya untuk menemukan sumber cahaya api yang ada di atas gunung. Akhirnya dia menjumpai suatu tempat yang sangat bersih di bawah sebatang pohon yang sangat rindang.
Singkat cerita, ditempat inilah Ado Pehang bertemu dengan Sedo Boleng yang merupakan putri titisan Rera Wulan Ile Boleng. Atas ijin dan restu Rewa Wulan, Tanah Ekan keduanya menjadi suami istri, yang kelak disebut klake (blake) Ado Pehang Beda dan Kwae sedo Boleng). Keduanya juga beranak pinak hingga menurunkan clan (suku Paji).
Turunan klake Ado Pehang dan Kwae Sedo Boleng merupakan turunan Rae Kbelan (Anak Wruin) maka dalam perkembangannya mereka tidak mau dikuasai oleh turunan raja Pati Golo yang dianggap Rae Rabe Arik.Kelangsungan beranak pinak Klake Ado Pehang dan Kwae Sedo Boleng agaklah unik.Mereka memiliki keberanian yang mumpuni tetapi tidak mempunyai jiwa kepemimpin pemersatu, namun tetap hidup dalam keakraban yang kental.Anak pinak Pehang Beda akhir hidup dengan bekerja sebagai petani dan mengolah tanah hingga Wai Tolang tempat pendaratan Ado Pehang pertama kali.
Dari sini sebagian dari mereka menetap di pesisir atau lebih dekat dengan laut yang dikenal dengan istilah ata watan dan yang tetap dipedalamanan disebut Ata Kiwang (bukan Islam dan katolik).Perkembangan pelayaran semakin ramai, membuat manusia Ata Watan sering berhubungan dengan pendatang dari sina Jawa, Ternate Tidore dan Sulawesi. Karena cara hidup yang berbeda membuat Ata Watan pindah lagi ke pedalaman, kelompok ini akhirnya menyebar membentuk Lewo Tanah Boleng, Lamawolo, Lamahelang, Lewo Keleng, dan yang masih di puncak Ile Boleng turun dan menetap di Haru Bala, Nobo, dan agak kevutara menetap di Lama Bajung.
Manusia Ata Watan yang bisa berbaur dengan pendatang akhirnya pindah ke Boleng yang dianggap tempat yang cukup strategis untuk berlabuh perahu, juga berlindung.Penyebaran anak pinak Ado Pehang tidak sedikitpun mencerai pisahkan tali persaudaraan mereka hingga kini, karena setiap pesta budaya adat mereka selalu bersatu hingga kini.
Semakin ramainya hubungan dengan dunia luar terutama dari Ternate, Tidore dari timur serta sina Jawa dan Sulawesi dari barat dan utara membuat mereka mulai mengenal cara memimpin dan membentuk raja-raja kecil. Misalnya ada yang menjadi Raja Lama Hala, Raja Lama Kera, dan raja Terong (kerabat) sedangkan Raja Menaga, Lohayong merupakan turunan dari Pati Golo.
Sementara Turunan Ado Pati yang ada di Lamanele (Lamanele, Nobo dan Boleng (tetap dianggap Ata Kiwang) karena masih tetap berhungan erat dengan orang pedalaman tetap hidup damai dalam kesatuan adat dan budaya tradisional (perubahan dari adat budaya primitif) tetap menjadi ata kebelan dan tidak menjadi wilayah kekuasaan Raja Lamahala, Lamakera, Witihama dan raja-raja lainnya. Manusia Lamanela atau yang disebut manusia Ile Ae (depan gunung) tetap dianggap ata kebelan oleh raja-raja sekitarnya, baik raja-raja yang dikenal dengan sebutan Solor Watan Lema, maupun Raja Witi Hama, Adonara dan Sagu.
Kebesaran Ata Kebelan Lama Nele disebut Ata Kiwang termasuk Boleng bisa dibuktikan dengan perasasti sejarah hingga saat ini, seperti:
1. Mendamaikan/menghentikan perang antara Raja Lama Hala dan Raja Lama Kera. Peperangan ini tidak bisa didamaikan oleh raja raja dari turunan anak pinak Pati Golo, karena mereka merasa yang berperang adalah Ata Kebelan.dan mereka menyerahkan sepenuhnya kepada Kebelan Lamanele.Bukti sejarah hingga kini bisa disaksikan dengan dua buah benteng dari batu yang berdiri kokoh mengelilingi desa boleng yang dibangun oleh raja lamakera dan yang mengelilingi desa Lamanele Reren (sekarang Nobo) yang dibangun oleh Raja Lamahala.
2. Bukti prasasti lainnya adalah benda berbentuk naga yang terbuat dari emas tanah serta benda2 kuno lainnya yang masih tersimpan rapi di rumah adat Lamanele Reren (Nobo) merupakan hadiah dari para pendatang buat pembesar Lamanele walaupun bukan raja.
3. Atas persetujuan sesepuh adat Lamanele Reren dan Lamanele Blolon, sesepuh Boleng bisa menghentikan perang antara Paji dan Demong, sehingga terciptalah nama Adonara oleh anak pinak Pati Golo, bahwa pulau yang ada di depan Larantuka adalah milik Ado yang merupakan saudara dari Pati Golo. Ado adalah Ado Pehang sementara Nara adalah saudara.
4. Kehebatan manusia Lamanele tidak hanya di Adonara, tetapi sampai ke Lembata dan mampu meredam terjadinya peperangan di Lembata, sebagai hadianya, tanah di pesisir Wai Jarang hingga Wai Baja diserahkan kepada orang-orang Lamanela Ata Kiwan maupun Ata Watan. Kepemilikan tanah di Wai Jaran, Wewan Belan, Kwaka, Wai Baja di kabupaten Lembata hingga kini menjadi milik anak pinak Ado Pehang yaitu (orang Boleng di Wai Jarang, Wewan Belan, Wai Baja) sementara orang Lamanele Reren (Nobo) menguasai tanah di Kwaka.
Itulah sekelumit kisah orang yang saya dengar dari orang tuaku almarhum Bonto Ata Boleng, dan bapa Belan Gaen Roma Boli, yang merupakan anak cucu dari seorang tua yang beranak Asan Boleng yang merupakan teman akbar Raja Molo Gong.

PEMERINTAHAN
Adonara sendiri sebenarnya adalah sebuah pulau yang terletak di kepulauan Nusa Tenggara. Yakni disebelah timur pulau flores. Luas wilayahnya 509 km2 dan titik tertingginya 1.676 m. pulau ini dibatasi oleh laut flores disebelah utara, selat solor diselatan (memisahkan dengan pulau solor) serta selat Lowotobi di barat (memisahkan dengan pulau flores).
Secara administrative, pulau Adonara termasuk wilayah kabupaten flores timur, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Adonara merupakan satu diantara dua pulau utama pada kepulauan di wilayah Kabupaten flores timur. Awalnya terdiri dari 2 kecamatan yang kemudian dikembangkan menjadi 7 kecamatan. Adonara dahulu merupakan  sebuah kerajaan yang didirikan pada tahun 1660 sampai saat sekarang Adonara terus berbenah baik dalam infrastruktur dan prasarana yang ada didaerahnya.
PARIWISATA
Pesona wisata budaya menjadi andalan dari pulau yang satu ini karena sampai dengan saat sekarang dimana refolusi teknologi tengah melanda dunia.Adonara masih berpegang teguh pada norma-norma dan adat istiadat.Sehingga tidak mengherankan kalau Adonara menjadi daerah tujuan wisata dari wisatawan mancanegara dan domestik.Tempat wisata yang sering dijadikan sebagai referensi bagi pelancong adalah desa-desa yang mempunyai basis budaya seperti rumah-rumah adat.Upacara adat seperti upacara pemanngilan hujan pada masa menjelang musim tanam upacara PA’O NUBA NARA, dan masih banyak yang lainnya.Selain wisata budaya Adonara mempunyai tempat-tempat wisata seperti danau KOTA KAYA dan wisata pantai. Suatu pesona wisata yang masih sangat perawan dengan memiliki pantai yang sangat eksotis, hamaparan pasir putih sepanjang mata memandang dengan deburan ombak yang memicu adrenalin bagi mereka yang senang surfing. Untuk akses ke Adonara sendiri, anda cukup menyeberang kurang lebih 30 menit dengan menggunakan kapal motor laut dari ibukota kabupaten flores timur, larantuka.

Rabu, 17 September 2014

SEJARAH MUSIK REGGAE


SEJARAH MUSIK REGGAE

"Musik Jamaica Pendahulu"


Menurut
sejarah Jamaica, budak yang membawa drum dari Africa disebut "Burru"
yang jadi bagian aransemen lagu yang disebut "talking drums" (drum yang
bicara) yang asli dari Africa Barat. "Jonkanoo" adalah musik budaya
campuran Afrika, Eropa dan Jamaika yang terdiri dari permainan drum,
rattle (alat musik berderik) dan conch tiup. Acara ini muncul saat
natal dilengkapi penari topeng. Jonkanoos pada awalnya adalah tarian
para petani, yang belakangan baru disadari bahwa sebenarnya mereka
berkomunikasi dengan drum dan conch itu. Tahun berikutnya, Calypso dari
Trinidad & Tobago datang membawa Samba yang berasal dari Amerika
Tengah dan diperkenalkan ke orang - orang Jamaika untuk membentuk
sebuah campuran baru yang disebut Mento. Mento sendiri adalah musik
sederhana dengan lirik lucu diiringi gitar, banjo, tambourine, shaker,
scraper dan rumba atau kotak bass. Bentuk ini kemudian populer pada
tahun 20 dan 30an dan merupakan bentuk musik Jamaika pertama yang
menarik perhatian seluruh pulaunya. Saat ini Mento masih bisa dinikmati
sajian turisme. SKA yang sudah muncul pada tahun 40 - 50an sebenarnya
disebutkan oleh History of Jamaican Music, dipengaruhi oleh Swing,
Rythym & Blues dari Amrik. SKA sebenarnya adalah suara big band
dengan aransemen horn (alat tiup), piano, dan ketukan cepat "bop". Ska
kemudian dengan mudah beralih dan menghasilkan bentuk tarian "skankin"
pad awal 60an. Bintang Jamaica awal antara lain Byron Lee and the
Dragonaires yang dibentuk pada 1956 yang kemudian dianggap sebagai
pencipta "ska". Perkembangan Ska yang kemudian melambatkan temponya
pada pertengahan 60an memunculkan "Rock Steady" yang punta tune bass
berat dan dipopulerkan oleh Leroy Sibbles dari group Heptones dan
menjadi musik dance Jamaika pertama di 60an.

"Reggae N Rasta"

Bob
Marley tentunya adalah bintang musik "dunia ketiga" pertama yang jadi
penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan
reggae lebih universal. Meskipun demikian, reggae dianggap banyak orang
sebagai peninggalan King of Reggae Music, Hon. Robert Nesta Marley.
Ditambah lagi dengan hadirnya "The Harder they Come" pada tahun 1973,
Reggae tambah dikenal banyak orang. Meninggalnya Bob Marley kemudian
memang membawa kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti
Freddie McGregor, Dennis Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita
Marley serta beberapa kerabat keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah
jelas pembentuk musik Reggae yang dijadikan senjata oleh Bob Marley
untuk menyebarkan Rasta keseluruh dunia. Musik yang luar biasa ini
tumbuh dari ska yang menjadi elemen style American R&B dan
Carribean. Beberapa pendapat menyatakan juga ada pengaruh : folk music,
musik gereja Pocomania, Band jonkanoo, upacara - upacara petani, lagu
kerja tanam, dan bentuk mento. Nyahbingi adalah bentuk musik paling
alami yang sering dimainkan pada saat pertemuan - pertemuan Rasta,
menggunakan 3 drum tangan (bass, funde dan repeater : contoh ada di
Mystic Revelation of Rastafari). Akar reggae sendiri selalu menyelami
tema penderitaan buruh paksa (ghetto dweller), budak di Babylon, Haile
Selassie (semacam manusia dewa) dan harapan kembalinya Afrika. Setelah
Jamaica merdeka 1962, buruknya perkembangan pemerintahan dan pergerakan
Black Power di US kemudian mendorong bangkitnya Rasta. Berbagai
kejadian monumentalpun terjadi seiring perkembangan ini.

"Apa sih Reggae"

Reggae
sendiri adalah kombinasi dari iringan tradisional Afrika, Amerika dan
Blues serta folk (lagu rakyat) Jamaika. Gaya sintesis ini jelas
menunjukkan keaslian Jamaika dan memasukkan ketukan putus - putus
tersendiri, strumming gitar ke arah atas, pola vokal yang 'berkotbah'
dan lirik yang masih seputar tradisi religius Rastafari. Meski banyak
keuntungan komersial yang sudah didapat dari reggae, Babylon (Jamaika),
pemerintah yang ketat seringkali dianggap membatasi gerak namun bukan
aspek politis Rastafarinya. "Reg-ay" bisa dibilang muncul dari anggapan
bahwa reggae adalah style musik Jamaika yang berdasar musik soul
Amerika namun dengan ritem yang 'dibalik' dan jalinan bass yang
menonjol. Tema yang diangkat emang sering sekitar Rastafari, protes
politik, dan rudie (pahlawan hooligan). Bentuk yang ada sebelumnya (ska
& rocksteady) kelihatan lebih kuat pengaruh musik Afrika -
Amerika-nya walaupun permainan gitarnya juga mengisi 'lubang - lubang'
iringan yang kosong serta drum yang kompleks. Di Reggae kontemporer,
permainan drum diambil dari ritual Rastafarian yang cenderung mistis
dan sakral, karena itu temponya akan lebih kalem dan bertitik berat
pada masalah sosial, politik serta pesan manusiawi.

"Ngga asli Jamaika lho!"

Reggae
memang adalah musik unik bagi Jamaika, ironisnya akarnya berasal dari
New Orleans R&B. Nenek moyang terdekatnya, ska berasal berasal dari
New Orleans R&B yang didengar para musisi Jamaika dari siaran radio
Amrik lewat radio transistor mereka. Dengan berpedoman pada iringan
gitar pas - pasan dan putus - putusadalah interprestasi mereka akan
R&B dan mampu jadi populer di tahun 60an. Selanjutnya semasa musim
panas yang terik, merekapun kepanasan kalo musti mainin ska plus
tarinya, hasilnya lagunya diperlambat dan lahirlah Reggae. Sejak itu,
Reggae terbukti bisa jadi sekuat Blues dan memiliki kekuatan
interprestasi yang juga bisa meminjam dari Rocksteady (dulu) dan bahkan
musik Rock (sekarang). Musik Afrika pada dasarnya ada di kehidupan
sehari-hari, baik itu di jalan, bus, tempat umum, tempat kerja ato
rumah yang jadi semacam semangat saat kondisi sulit dan mampu
memberikan kekuatan dan pesan tersendiri. Hasilnya, Reggae musik bukan
cuma memberikan relaksasi, tapi juga membawa pesan cinta, damai,
kesatuan dan keseimbangan serta mampu mengendurkan ketegangan.

"It's Influences"


Saat
rekaman Jamaika telah tersebar ke seluruh dunia, sulit rasanya
menyebutkan berapa banyak genre musik popular sebesar Reggae selama dua
dekade. Hits - hits Reggae bahkan kemudian telah dikuasai oleh bintang
Rock asli mulai Eric Clapton sampai Stones hingga Clash dan Fugees.
Disamping itu, Reggae juga dianggap banyak mempengaruhi pesona tari
dunia tersendiri. Budaya 'Dancehall' Jamaika yang menonjol plus sound
system megawatt, rekaman yang eksklusif, iringan drum dan bass, dan
lantunan rap dengan iringannya telah menjadi budaya tari dan tampilan
yang luar biasa. Inovasi Reggae lainnya adalah Dub remix yang sudah
diasimilasi menjadi musik populer lainnya lebih luas lagi.

Sumber : Tabloid Hot Music

Sejarah Reggae dan warna yang melambang musik Reggae


Sejarah Reggae dan warna yang melambang musik Reggae

Warna merah, kuning, dan hijau adalah warna bendera Ethiopia. Merah melambangkan darah para pejuangnya, kuning melambangkan emas sebagai lambang kekayaan, dan hijau sebagai lambang kesuburan.
Mengapa bendera Ethiopia (Sebenarnya adalah Hijau, Kuning, dan Merah) lebih familiar di dalam musik Reggae dibandingkan dengan Bendera Jamaika sebagai Tanah kelahiran Musik Reggae? Karen...a Bob Marley sebagai Penghayat Rastafarian menganggap bahwa Ethiopia adalah Zion (Tanah Pembebasan) seperti yang dijanjikan oleh Haile Selassie I. Semenjak Bob Marley menganut Rastafarian, maka beliau mengadopsi Bendera Ethiopia untuk digunakan sebagai keperluan performansinya. Tujuannya adalah untuk mempublikasikan bahwa Ethiopia adalah Zion (Tanah Pembebasan) bagi Kaum Rastafarian.
Sejarah membuktikan bahwa Bob Marley adalah Musisi Besar dunia yang juga memiliki peran sebagai Tokoh Pergerakan di Jamaika dan juga sebagai Pendakwah Rastafarian melalui musiknya. Beliaulah yang membawa Reggae membentang ke seluruh dunia hingga pada akhirnya sampai ke tanah air kita.
Kebesaran dan kemasyhuran Musik Reggae yang dipopularitaskan oleh Bob Marley secara tidak langsung membawa Warna Merah, Kuning, dan Hijau (Bendera Ethiopia) dan Rambut Gimbal (Dreadlock) yang sudah melekat pada sosok Bob Marley di setiap aksi panggungnya. Bendera Ethiopia dan Rambut Gimbal adalah bagian dari Bob Marley sebagai penganut dan pendakwah Rastafarianisme.
Namun seiring perkembangan waktu; Warna Merah, Kuning, dan Hijau serta Rambut Gimbal di Indonesia kini sudah menjadi sebuah trendsetter bagi penikmat Musik Reggae. Orang awam sekalipun, ketika melihat Warna Merah, Kuning, dan Hijau serta Rambut Gimbal pasti akan mempersepsikan kepada Musik Reggae bukan diidentikkan dengan Rastafarianisme. Kalaupun ada orang awam yang mengatakan bahwa itu semua adalah Rasta, kata Rasta yang dimaksud oleh mereka adalah Reggae. Sama sekali bukan merujuk pada kata Rastafarian. Hal ini karena ketidaktahuan mereka terhadap kata Reggae dan Rasta yang sebenarnya memiliki arti yang berbeda. Ini sama halnya dengan trendsetter yang berlaku pada musik metal, yaitu warna hitam dan rambut gondrongnya.
Inilah sebuah fenomena trendsetter yang terjadi pada Trinitas warna Bendera Ethiopia dan kini sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan Musik Reggae. Begitu pula dengan rambut gimbal yang kini sudah menjadi trendsetter untuk model rambut di seluruh belahan dunia dan juga Indonesia. Rambut Gimbal kini tidak hanya digunakan oleh Musisi Reggae dan Penganut Rastafarian. Di Indonesia bahkan ada Penyanyi Rock, Pelawak, Penyanyi Pop, bahkan Penyanyi dangdut yang berdandan rambut gimbal.
Hanya sekadar sharing, bagi yang memiliki pengetahuan lebih silahkan membagi kepada saudara-saudara kita. Bukan dengan mencaci dan mencercanya.
Semoga bermanfaat dan semakin membuka hati kita.

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com